Kerjasama ekspor

Hasil Perundingan Kerjasama Ekspor Segera Diteken Tahun Depan

Pemerintah segera mempercepat hasil perundingan kerjasama dagang dengan negara-negara Afrika dan Eropa demi meningkatkan ekspor.

Proses perundingan kerjasama dagang itu diwakili oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menjalin pertemuan dengan sejumlah perwakilan dari negara-negara Australia, Maroko, Tunisia, Mozambik, Uni Eropa, serta RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).

Masalah-masalah Prosedur Ekspor

Apa yang menyebabkan rendahnya aktivitas ekspor selama ini disebabkan oleh biaya masuk yang sangat tinggi. Selain itu, beberapa perjanjian perdagangan ternyata masih ada yang belum rampung kesepakatannya, seperti perjanjian dengan Chile dan European Free Trade Association (EFTA). Namun prosesnya pun masih menunggu ratifikasi yang diharapkan dapat benar-benar selesai pada pertengahan semester tahun depan

Persaingan Ekspor

Kendala yang dihadapi dari aktivitas ekspor itu tentu tidak dapat didiamkan begitu saja. Pertumbuhan perekonomian mesti dipacu dan salah satunya dari kebijakan pemerintah terkait ekspor produk. Sementara itu, persaingan semakin ketat dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang kian membenahi kebijakan perdagangan luar negeri, dan Indonesia mesti menyesuaikan diri secara cepat.

Pihak Kemendag juga mengakui adanya sejumlah kendala dari proses penyelesaian perundingan bersama Uni Eropa dan RCEP. Namun bukan berarti tidak dapat menemukan penyelesaian yang sama-sama memuaskan kedua pihak. Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian hasil perundingan kerjasama dengan pihak-pihak tersebut pada tahun 2019 nanti.

Sementara proses perundingan kerjasama dengan Australia tinggal menunggu penandatanganan dari kedua belah pihak. Yang jelas sudah ada kesepakatan bersama negara tersebut dan tinggal dilegalisir supaya dapat segera diterapkan. Proses penandatanganan kesepakatan itu sebenarnya juga terkendala akibat pernyataan pemerintah negeri Kanguru itu terkait pengakuan ibu kota Israel di Yerusalem. Kabar tersebut sempat menghebohkan di tanah air dan memicu respons yang tajam ke pemerintah dan negara tetangga tersebut.

Hasil dari kesepakatan bisnis bersama negara-negara tersebut semuanya akan ditunggu pada tahun depan. Semua jenis kendala yang dihadapi harus segera diselesaikan dan mendapatkan jawaban yang sama-sama memuaskan. Oleh karena itu, pihak kementerian berjanji akan mengupayakan yang terbaik demi kelancaran bisnis ekspor di tanah air.