Kursi Rotan Minimalis

Kursi rotan minimalis berbahan alami dibanding sintetis

Seiring dengan kemunculan banyak para keluarga muda, saat ini banyak para pengembang berlomba-lomba membuat hunian modern yang asri dan nyaman untuk ditinggali. Hunian modern tersebut biasanya dilengkapi dengan fasilitas teras dengan taman untuk menambah kesan asri di dalamnya. Selain adanya teras dan taman tersebut, pengembang perlu cermat pula dalam memilih perabot yang akan menghiasi rumah tersebut. Karena umumnya rumah yang dibangun akan memiliki luas areal yang terbatas agar harga yang ditawarkan tetap terjangkau bagi para keluarga muda.

Untuk itu dipilihlah perabot yang minimalis namun fungsional dan tentunya tahan lama. Salah satu perabot tersebut adalah kursi rotan minimalis. Kursi rotan menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan terutama untuk melengkapi sudut-sudut rumah yang membutuhkan kesan alami dan asri. Kursi rotan dapat terbuat dari dua jenis bahan yakni rotan alami dan sintetis. Pada awalnya hanya ada rotan alami, namun karena semakin banyaknya tuntutan akan rotan alami, ketersediaan rotan alami menjadi langka sehingga munculnya rotan sintetis.

Harga kursi rotan minimalis yang terbuat dari bahan sintetis umumnya memiliki harga yang lebih mahal dibanding yang terbuat dari bahan alami. Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan kursi rotan sintetis minimalis yakni bobot yang lebih ringan dibanding kursi rotan alami. Lalu mengingat kursi rotan kebanyakan di tempatkan di ruang terbuka (tanpa atap), kursi rotan sintetis dikenal lebih tahan terhadap cuaca ekstrim seperti panas terik atau hujan dibanding kursi rotan alami. Sedangkan kursi rotan alami lebih rentan dimakan rayap serta terjadi pelapukan jika dibiarkan pada kondisi yang lembab dalam jangka panjang.

Kelebihan bahan sintetis lainnya adalah pilihan warna yang lebih beragam dibanding kursi rotan alami. Kursi rotan alami umumnya memiliki warna alami rotan yakni coklat sampai coklat tua tergantung proses pembuatan. Sedangkan pada kursi rotan sintetis pilihan warnanya dapat disesuaikan kebutuhan karena warna yang dihasilkan berasal dari pewarna sintetis juga. Menurut para pengrajin pula, bahan sintetis lebih mudah dianyam dan dibentuk karena tingkat elastisitasnya yang tinggi dibandingkan bahan rotan alami.

Namun jika dilihat dari bahan dasarnya jelas kursi rotan alami jauh lebih aman dibandingkan kursi rotan sintetis, selain itu warna yang terdapat pada kursi rotan alami dapat memberikan kesan yang jauh lebih natural dibanding kursi rotan sintetis. Kursi rotan alami memang lebih berat dibanding kursi rotan sintetis karena umumnya kursi rotan alami memiliki tekstur yang lebih padat, sehingga lebih kokoh juga ketika sudah dianyam menjadi kursi. Itulah kenapa masih banyak juga orang-orang yang lebih memilih kursi rotan alami dibanding kursi rotan sintetis.

Perawatan kursi rotan pada umumnya tergolong lebih mudah dibanding jenis kursi lain, karena jika terjadi kerusakan pada bagian tertentu, maka yang perlu dilakukan penggantian hanya bagian yang rusak tersebut saja, tidak perlu melakukan penggantian secara keseluruhan. Dibandingkan ketika menggunakan kursi sofa dari bahan kulit atau sejenisnya yang mana jika terjadi kerusakan maka perlu dilakukan penggantian secara keseluruhan.